Design a site like this with WordPress.com
Get started

Menyelamatkan Orang Yang Tersisa – Buku Yang Tersesat Di Hutan – 19

Singkat cerita, aku tidak berhasil menolong semua orang. Aku mencoba mengetahui lingkungan ini lebih jauh. Dari perjalanan itu, aku menemukan sebuah landasan udara yang tidak terpakai, dan sebuah pesawat dengan ukuran sedang. Lantas aku mengajak orang yang tersisa untuk menaiki pesawat tersebut.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ternyata ada sebuah bandara kecil. Aku bersama beberapa temanku memasukinya. Bandara ini memang tidak dipakai dan tidak diurus. Banyak sarang laba-laba menempel di dinding maupun atap. Ada banyak toko, tapi barang-barangnya berhamburan dan tidak terawat. Karena peralatan kami hancur ketika mengalami kecelakaan, kami memutuskan untuk mengambil beberapa barang yang masih utuh dan bisa dipakai.

Sementara para temanku mengambil barang, aku mengecek kondisi pesawat yang akan aku naiki. Walaupun tidak terlalu bagus, tapi masih bisa untuk dijalankan. Aku juga mengecek isi pesawat, apakah ada yang tidak layak terbang. Ternyata tidak ada. Aku sangat senang. Karena hari sudah mulai senja, aku memutuskan untuk menyuruh teman-temanku segera memasuki pesawat.

Sebelum berangkat, aku sudah membawa bekal makanan. Agar pada saat perjalanan, teman-temanku bisa memakannya. Pesawat kami berangkat ketika matahari mulai menghilang. Tidak ada masalah yang aku temukan disini, yang artinya pesawat ini masih layak pakai. Aku heran, kenapa pesawat ini dibiarkan begitu saja, padahal masih layak terbang.

Ketika pesawat sudah mulai stabil, aku membagikan makanan. Terlihat bahwa teman-temanku sangat kelaparan. Mereka langsung berebut mengambilnya. Untungnya, makanan yang aku bawa cukup untuk seluruh teman-temanku.

Hari sudah gelap. Ufuk merah sudah menghilang. Bulan mulai menghiasi langit, dan kebetulan ini adalah Bulan Purnama. Aku tiba-tiba teringat kembali dengan teman-teman lamaku, seperti Amel, Lisa, atau pun Dimas. Di mana mereka sekarang?

Sampai sini dulu ya ceritanya… Terima kasih telah membaca, dan sampai jumpa pada seri berikutnya! Wassalam.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

%d bloggers like this: