Design a site like this with WordPress.com
Get started

Mencoba LibreOffice 7.0

Open Document Foundation akan meluncurkan LibreOffice versi 7.0 pada bulan Agustus 2020. Sebelum diluncurkan ke publik, ada fase “beta”, di mana dalam fase tersebut, aplikasi ini akan menjalani pengujian terakhir, untuk memastikan tidak ada bug saat di rilis ke publik. Lantas bagaimana rasanya menggunakan LibreOffice 7.0 Beta? Jika penasaran, silahkan baca artikel ini!

Pada artikel ini, saya akan menggunakan LibreOffice 7.0 Beta 2, yang di rilis akhir Juni 2020. Artinya, fitur yang ada di sini tidak jauh dengan versi final nanti. Oiya, saya menulis artikel ini juga menggunakan LibreOffice 7, sekaligus menguji coba performanya saat di pakai untuk membuat artikel.

Pertama, download dulu LibreOffice 7 ini di situs resminya. Tidak susah untuk mencarinya, tidak seperti versi beta umumnya. Setelah sampai di halaman download, pilih sistem operasi yang anda punya, lantas klik download. Mudah kan, dan pastikan anda mengunduh versi 7.0 Klik di sini untuk menuju halaman download LibreOffice 7.0

Halaman download LibreOffice 7

Anda juga bisa mengunduh manual (help) dari LibreOffice. Cukup tekan tombol “Help for offline use). Namun ini tidak wajib dilakukan. Jadi terserah anda, ingin download atau tidak. Oiya, ukuran LibreOffice itu sendiri adalah sekitar 300 MB, jadi siapkan jaringan yang mempunyai koneksi cukup lancar.

Setelah anda selesai mengunduh setup nya, jalankan setup tersebut. Instal LibreOffice cukup mudah, anda hanya tinggal klik “next” berulang kali dan instalasi akan berlangsung. Ada yang bisa di ubah, yakni jenis pemasangan. Apakah anda ingin menggunakan yang typical, atau yang custom. Tapi saya sarankan untuk memilih yang typical saja, agar tidak perlu ribet mengatur apa yang harus diinstal.

Sidebar-en.png
Tampilan Awal Setup
Installation Type-en.png
Pilih “Typical”
Installation Progress-en.png
Proses Pemasangan

Pemasangan tidak berlangsung cukup lama, bahkan cepat, karena waktu yang dibutuhkan kurang dari 5 menit. Sejauh ini, performanya masih bagus. Semoga saja tidak ada bug saat saya menjalankannya. Setelah pemasangan selesai, klik “Finish” dan LibreOffice 7 akan segera meluncur ke layar anda.

Loading screen LibreOffice 7

Perubahan pertama yang saya lihat di sini adalah tampilan loading. Di sebelah kanan, yang sebelumnya adalah gambar dokumen berwarna hijau, digantikan dengan gambar yang “stylish” ini. Gambar ini memberikan kesan modern pada aplikasi ini. Mari kita bandingkan dengan loading screen yang lama.

Loading screen LibreOffice 6

Sangat jelas perbedaannya. Setelah loading yang cukup cepat (seperti biasanya), sampailah saya pada halaman beranda LibreOffice. Tidak ada yang berubah, kecuali gambar di atas tulisan “Welcome to LibreOffice”

Tampilan LibreOffice Writer

Tampilan LibreOffice Writer tidak terlihat perbedaannya, hanya ada satu perbedaan, yakni judul aplikasi bukan LibreOffice, melainkan LibreOfficeDev. Ini wajar, karena apliaksi ini masih dalam tahap beta.

Ada satu masalah yang saya temukan, yakni ketika memasukkan gambar, gambarnya akan menjadi sangat blur. Jika anda mengalami masalah yang sama, jangan khawatir, saya punya solusinya! Solusi ini saya temukan sendiri setelah mengotak-atik pengaturan LibreOffice ini. Berikut cara memperbaiki gambar blur.

  1. Buka menu Tools > Options.
  2. Klik pada “View”
  3. Kemudian lihat pada kolom “Graphics Output” pada sisi kanan atas.
  4. Lalu hilangkan centang pada menu “Use Skia for all rendering”
  5. Hilangkan juga centang pada menu “Force Skia software rendering”.

Pastikan pengaturan tersebut sama seperti gambar di bawah ini

pengaturan graphics skia

Setelah itu tekan “Apply”. Anda akan diminta untuk melakukan restart LibreOffice. Klik “Restart Now”. Tunggu beberapa saat sampai LibreOffice kembali terbuka. Oiya, sebelum melakukan hal ini, pastikan anda sudah menyimpan (save) dokumen anda.

Jika sudah, cobalah untuk memasukkan sebuah gambar. Jika anda berhasil, maka gambar yang ditampilkan tidak akan blur. Jika tidak, silahkan pergi ke Forum LibreOffice dan bertanya di forum tersebut.

Sampai saya menulis pos ini, belum ada bug lain yang ditemukan. Namun, penggunaan ram meningkat, dari yang sebelumnya hanya sekitar 80 MB, sekarang menjadi sekitar 100 MB. Hal ini bukanlah masalah yang harus anda khawatirkan, kecuali komputer anda hanya mempunyai ram 512 MB.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga anda bisa menggunakan LibreOffice tanpa ada masalah. Sampai jumpa pada artikel berikutnya, Bye!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

%d bloggers like this: